Rabu, 20 Januari 2021

Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah berkembang di Nusantara sekitar abad ke-6 M hingga abad ke-7 M. Kedatangan Kerajaan Kalingga hampir bersamaan dengan pecahnya Kerajaan Tarumanegara menjadi Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. Namun para ahli meyakini bahwa Kerajaan Kalingga atau Ho-Ling merupakan pendahulu Wangsa Syailendra yang nantinya berkuasa di Mataram/Kuno dan Sriwijaya. 

Asal Mula Nama Kalingga 

Nama Kalingga berasal dari Kalinga, yaitu nama sebuah kerajaan di India Selatan. Menurut berita Cina, di sebelah timur Kalingga ada Poli (Bali sekarang), di sebelah barat Kalingga terdapat To-po-Teng (Sumatra), di sebelah utara Kalingga terdapat Chen-la (Kamboja), dan di sebelah selatan Kalingga berbatasan dengan samudra.  Itulah mengapa, lokasi Kerajaan Kalingga diperkirakan terletak di Kecamatan Keling, Jepara, Jawa Tengah atau di sebelah utara Gunung Muria.

Sumber utama mengenai Kerajaan Kalingga adalah berita Cina, seperti berita dari Dinasti T'ang dan sumber lainnya adalah Prasasti Tuk Mas di lereng Gunung Merbabu. 

Pendiri Kerajaan Kalingga

Diperkirakan sebagai raja pertama, Prabu Wasumutri adalah pendiri Kerajaan Kalingga. Namun catatan sejarah mengenai ini langka dan tidak jelas. Masih belum dapat benar-benar diketahui apakah Wasumutri adalah pendirinya atau bukan. 

Sementara itu, tulisan dalam Prasasti Sojomerto yang menerangkan silsilah keluarga Kerajaan Kalingga mengungkakan bahwa Dapunta Sailendra adalah pendiri Kerajaan Kalingga. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendiri Kerajaan Kalingga berasal dari keturunan Dinasti Sailendra, yang kelak (setelah Kerajaan Kalingga) merupakan penguasa Kerajaan Mataram Kuno. 

Sumber lain mengatakan bahwa menantu Wasumutri, yakni Kirthasinga sebagai pendirinya. Intinya pendiri atau awal mula berdirinya Kerajaan Kalingga belum dapat disimpulkan.  

Raja-raja yang pernah memimpin di Kerajaan Kalingga

1. Prabu Wasumurti (594—605 M) 

2. Prabu Wasugenk (605—632 M) 

3. Prabu Wasudewa (632—652 M) 

4. Prabu Wasukawi (652 M) 

5. Prabu Kirathasingha (632—648 M) 

6. Prabu Kartikeyasungha (648—674 M) 

7. Ratu Shima (674—695 M) 

Kehidupan Kerajaan Kalingga

Kehidupan Agama

Agama yang dianut oleh penduduk Kalingga pada umumnya adalah Buddha. Agama Buddha berkembang pesat di sana. Bahkan pendeta Cina bernama Hwi-ning datang ke Kalingga dan tinggal di Kalingga selama tiga tahun. Selama di Kalingga, ia menerjemahkan kitab suci agama Buddha Hinayana ke dalam bahasa Cina. Dalam usaha menerjemahkan kitab itu, Hwi-ning dibantu oleh Pendeta Janabadra. 

Kehidupan Politik

Hukum ditegakkan seadil-adilnya pada pemerintahan Ratu Shima, hingga musuh kerajaan pun sangat segan kepadanya. 

Ratu Sima adalah penguasa di Kerajaan Kalingga yang paling terkenal pada masa pemerintahan Kerajaan Kalingga. Ia digambarkan sebagai seorang wanita yang tegas dan taat terhadap peraturan yang berlaku dalam kerajaan tersebut. Ia memerintah sekitar tahun 674 M. Ia dikenal sebagai pemimpin yang tegas, jujur, dan sangat bijaksana. Hukum di sana dilaksanakan dengan tegas dan seadil-adilnya. Rakyatnya pun patuh dengan semua aturan yang telah berlaku. Ratu Sima pernah meletakkan pundi-pundi di tengah jalan, untuk menguji rakyatnya. Ternyata sampai waktu yang sangat lama, tidak ada yang mengusik pundi-pundi tersebut. 

Namun pada suatu hari ada anggota keluarga istana yang sedang jalan-jalan menyentuh kantung pundi-pundi dengan kakinya. Hal ini pun segera diketahui oleh Ratu Sima. Anggota keluarga istana itu dinilai salah dan harus diberi hukuman mati. Akan tetapi atas usul persidangan para menteri, hukuman itu diperingan menjadi hukuman potong kaki. Kisah ini menunjukkan, begitu tegas dan adilnya Ratu Sima, ia tidak membedakan antara rakyat dengan anggota keluarganya sendiri. 

Kehidupan Ekonomi

Kepemimpinan raja yang adil, menjadikan rakyat hidup dengan teratur, aman, dan tenteram. Mata pencaharian penduduk pada umumnya adalah bertani karena wilayah Kalingga subur untuk pertanian. Di samping itu, penduduk juga melakukan perdagangan. 

Selain itu dalam berita Cina, disebutkan bahwa Kerajaan Kalingga menghasilkan produk seperti: kulit penyu, emas, perak, cula badak, dan gading gajah. 

Peninggalan Kerajaan Kalingga

  •  Prasasti Tuk Mas
  • Prasasti Sojomerto
  • Candi Angin
  • Candi Bubrah
  • Situs Puncak Sanga Likur (Arca Batara Guru, Narada, Togog, Wisnu)
  • Catatan Dinasti Tang
  • Catatan I-Tsting
  • Naskah Wai-Tai-Ta
  • dll

Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga
Masa kejayaan Kerajaan Kalingga terjadi pada masa pemerintahan Ratu Shima.  Kejujuran dan keadilan sangat dijunjung tinggi. Penerapan sangat tegas, tidak pandang bulu. 

Bahkan Dinasti Ta-Shish pada tahun 674 M tercatat mengurungkan niatnya untuk memnyerang Kerajaan Kalingga karena kerajaan dianggap terlalu kuat ketika dipimpin oleh Ratu Shima. 

Kemunduran Kerajaan Kalingga
Kerajaan Kalingga mengalami kemunduran kemungkinan akibat serangan Siwijaya yang telah menguasai perdagangan. Serangan tersebut mengakibatkan pemerintahan Kijen menyingkir ke Jawa bagian timur atau mundur ke pedalaman Jawa bagian tengah antara tahun 742-755 M.  

Sriwijaya akhirnya berhasil menguasai teritori Kalingga beserta jalur perdagangannya setelah sebelumnya telah berhasil menaklukan Melayu dan Tarumanegara. Selain itu, alasan lainnya diperkirakan bahwa setelah kematian Ratu Sima, kerajaan ini sudah mulai mengalami penurunan pula. 

Anggota :

Muhammad Farid Wildan (17)

Shofwa Aulia Mursyidah (30)

Zakky Satriya Panji Wirakusuma (32)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah berkembang di Nusantara sekitar abad ke-6 M hingga abad k...